179 Jabatan Perangkat Desa Belum Terisi, Pemkab Masih Fokus Penanganan Covid 19

Kudus, Berita Moeria - Pengisian kekosongan perangkat desa di Kudus belum jelas. Itu karena pemerintah kabupaten dan desa masih fokus dalam penanganan Covid-19. Sementara untuk pengusulan dari desa juga belum rampung. Akibat adanya penambahan. 

Kepala Bidang Pemerintah Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Dian Noor Tamzis menyebut semula memang ada 56 desa yang mengajukan pengisian perangkat. Dengan total 179 posisi perangkat. Namun belakangan ada tambahan pengusulan, karena sebagian perangkat mulai masuk masa pensiun. 

Setelah pengajuan itu, Dian menyebut usulan harus disetujui kecamatan sebelum akhirnya diverifikasi pihaknya dan Pemkab Kudus. Untuk saat ini, pihaknya fokus menunggu semua usulan rampung. Sambil melakukan verifikasi dan evaluasi usulan. 

"Memang dari desa sudah ada usulan. Tapi karena ada penambahan dan juga fokus policy kebijakan ke arah penangan Covid-19, sehingga masih belum bisa menentukan kapan tepatnya," ungkapnya. 

Kepala Dinas PMD Adi Sadhono menambahkan bila proses seleksi calon perangkat desa tersebut tidak dikenakan biaya. Alias gratis. Itu karena dalam mekanisme pembiayaan semuanya ditanggung dari APBDes. 

"Sehingga tidak dibenarkan bila ada pemungutan biaya kepada calon peserta yang mengikuti proses seleksi perangkat. Karena itu gratis. Bilamana ditemukan pungutan itu bisa dilaporkan," tuturnya. 

Adi mengingatkan jika tidak sembarangan pihak desa bisa mengajukan pengisian perangkat. Karena harus dicek lagi. Mengingat pengisian perangkat harus disesuaikan dengan kemampuan desa untuk membayarkan upahnya. 

Untuk itu setelah adanya usulan perlu dikaji dan diverifikasi. Agar pihak desa tidak serampangan dalam pengajuan itu. 

"Karena masih proses, kapan pengisian belum jelas. Karena saat ini semua OPD masih fokus Covid-19. Kalau juklak perbub sudah keluar 2017-2018," tuturnya. 

Kepala Desa Tumpangkrasak Sarjoko Saputra menyebut pihak desa telah mengajukan pengisian perangkat. Itu karena pihaknya merasa pengisian posisi kosong itu sangat perlu. Agar pelayanan di desa bisa maksimal. "Di sini ada posisi sekertaris desa yang kosong," terangnya.

Komentar

Lebih baru Lebih lama