Mulai difungsikan Lampu “Bangjo” Di Pertigaan Jalan Raya Desa Kaliputu-Bacin-Panjang

Kudus, Berita Moeria (BeMo)

Lampu lalulintas atau yang lebih dikenal dengan lampu “bangjo” (abang ijo/merah hijau) di pertigaan jalan raya Desa Kaliputu – Bacin- Panjang mulai berfungsi sejak Kamis (7/5/2020). Pengendara mobil,  motor dan aneka jenis kendaraan lain “kahadiran” bangjo tersebut  disambut positif. Namun  delapan orang “Pak Ogah” yang selama ini  “bertugas” di sana secara bergantian  hampir sepanjang 24 jam,  menjadi “korban” . Mereka terpaksa meninggalkan lokasi yang menjadi sumber penghasilannya. “Tolong Pak carikan “solusinya” untuk kami,” ujar mereka dengan nada sedih.

Belum diketahui berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membangun bangjo tersebut. Namun menurut penelusuran BeMo melalui media “online”, satu unit lampu bangjonya harganya Rp 1.650.000,-. Di pertigaan jalan dibutuhkan minimal tiga unit lampu yang  dipasang di tiga sudut  di bagian tiang utama dan tiga tiang kecil di bagian atas.

Lampu lalu lintas (menurut UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan: alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL) adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.

Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada. Lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal; untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan. (sup)

Komentar

Lebih baru Lebih lama